Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gagal di Pasar Smartphone, ini Dia Nasib 7 Perusahaan Besar Sekarang

Tehnologi sebagai industri yang luas dan dapat dieksploitasi ke beraneka macam produk. Buat kelas hardware, gawai terlebih handphone jadi type produk yang seringkali dicoba oleh beberapa perusahaan tehnologi. Tapi sayang, tidak semuanya perusahaan tehnologi sukses dalam menyelesaikan tekad mereka buat masuk ke pasar yang cukup sulit buat ditundukkan itu.

Sejumlah di antaranya malahan tidak sukses untuk beberapa alasan dimulai dengan penjualan yang jelek, system operasi penuh persoalan sampai design yang tidak sedap di pandang. Berikut 7 perusahaan tehnologi yang tidak sukses dalam industri handphone.

ilustrasi handphone

1. Motorolla

Motorola sempat menjadi satu diantara perusahaan bersar dengan lebih dari 150.000 pegawai dan punya tempat khusus di industri telpon seluler biasa. Tapi, perusahaan yang berbasiskan di Amerika ini "rubuh" pasca kelahiran ponsel pintar kurang lebih satu dasawarsa lalu. Motorola sebetulnya sempat mencoba industri ponsel pintar, tapi ketetapan dari perusahaan itu tidak berakhir manis.


Motorola tidak sukses sebab banyak alasan, satu diantaranya seperti tidak berganti ke 3G waktu lainnya sudah beralih. Walaupun begitu, mobile-phone pintar bikinan Motorola sekarang ini tidak semuanya bisa disebut jelek, biarpun secara kwalitas, masih termasuk di bawah lainnya seperti Samsung atau sampai Apple.


2. Nokia

Nama yang lain sukses di zaman hp lama tapi tidak sukses waktu perubahan ke ponsel pintar atau smartphone yaitu Nokia. Nokia sendiri pertama kalinya coba industri ponsel pintar pada 2011 waktu me-launching Lumia angkatan pertama. HP itu diterima dengan cukup bagus, tapi semenjak waktu itu, perjalanan Nokia di industri handphone pintar tidak berjalan lancar.


Dengan perusahaan seperti Samsung dan Apple yang tetap bawa pembaharuan baru, Nokia seperti terbenam sebab tidak dapat tawarkan soal teknologi yang mirip. Persoalan itu sampai masih terus menerus berlangsung sampai saat ini di mana pelbagai HP garapan Nokia dipandang mempunyai fitur yang tidak seberapa buat harga yang dipandang terlampau tinggi oleh para pengguna.


3. LG

Simpelnya, LG tidak sukses dalam industri ponsel pintar sebab kekeliruan mereka sendiri. Banyak pemakai yang memandang apabila LG tidak melakukan usaha dengan maksimal waktu membuat sebuah handphone pintar. HP-HP bikinan mereka kurang impresif dan terlihat dibuat dengan tergesa-gesa, terlebih seri G4 yang lansir pada 2015. Seri itu mendapati persoalan bootloop, yang membuat mendadak re-start sendiri.


Tidak hanya itu, pemberian up-date yang terlampau lama dan modifikasi yang cuma sedikit pada setiap HP baru pun menjadi satu diantara sekian persoalan yang kian jadi memperburuk citra LG di pasar gadget. Dengan keadaan yang tidak juga lebih baik, akhirnya pada April tahun ini, LG pada akhirnya memilih untuk sepenuhnya keluar industri ponsel pintar.


4. Sony

Sony jadi perusahaan tehnologi yang sukses dalam mengolah beberapa feature dimulai dengan tv, camera sampai earphone. Sony ikut serta mengambil bagian dalam industri ponsel pintar melalui seri Xperia, tapi sayang, tidak demikian sukses.


Faktanya bervariasi dimulai dengan harga yang paling mahal sampai kurang cepat dalam mengikut mode atau perubahan industri handphone pintar. Karena itu, Xperia jadi kurang memesona di kebanyakan orang.


Tapi lepas dari itu semua, Sony masih menjadi satu diantara "pemain" besar di industri tehnologi, yang mutu produknya tak usah disangsikan kembali. Akan tetapi di pasar ponsel pintar, Sony tidak bisa melakukannya dengan prima.


5. Amazon

Menjadi satu diantara banyak perusahaan tehnologi terbesar, tidaklah mengherankan apabila Amazon sempat minat untuk coba masuk ke industri ponsel pintar melalui Fire Phone pada 2014 lampau. Tapi persis seperti banyak sejumlah perusahaan yang mengawali kiprahnya di industri handphone pintar, Amazon pun merasakan ketidakberhasilannya.


Alasan paling besar kenapa Fire Phone tak diterima yaitu bukti kalau HP itu tidak memberi dukungan aplikasi seperti kebanyakan HP lain. Selain itu, pemakai pun memandang apa yang ditawarkan Fire Phone tidak impresif dan gak lebih pada sebatas gimmick. Harga yang ditetapkan Amazon untuk Fire Phone waktu itu pun cukup mahal, buat ukuran perusahaan yang baru membuat seri ponsel pintar.


6. Google

Google tidak dapat dikatakan tidak berhasil dalam industri ponsel pintar, tapi gadget garapan perusahaan yang dibuat pada 1998 itu, jelas tidak berikan pengaruh penting pada industri handphone pintar meeka sendiri. Penjualan yang jelek menjadi satu diantara elemen paling besar, dari sisi beberapa persoalan pada camera dan jaringan di banyak seri keluaran Google Pixel hasil produksi mereka.


Tidak hanya itu, seri seperti Pixel 4 pun sampai tidak siap di beberapa negara, yang membuat angka penjualannya jauh dari kata bagus. Google sebenarnya cukup baik pada meningkatkan Google Pixel dari 1 seri ke seri yang lain, tapi buat satu dan lain perihal, para pemakainya tidak sungguh-sungguh berkeinginan untuk membeli.


7. Blackberry

Perusahaan tehnologi yang bertempat di Kanada yakni Blackberry, stop membuat HP sendiri pada 2016 lampau, tepat 16 thn seusai mengeluarkan HP pertama mereka Blackberry 957. Seusai memberikan lisensi mereka ke TCL, Blackberry pada akhirnya memilih untuk memindah konsentrasi mereka ke bidang lain seperti software. Pada 2017, di bawah bendera TCL, tampil HP Blackberry baru ialah KeyOne, yang sayang memiliki nasib sama dengan pelbagai HP Blackberry sebelumnya.

Nama Blackberry yang menipis dan tertimbun oleh nama merek termashyur lain menjadi satu diantara elemen paling besar. Walau demikian, Blackberry tidak menyerah di mana saat ini mereka diberitakan tengah mengembangkan Smartphone 5G baru.


Demikianlah tadi uraian terkait beberapa perusahaan tehnologi besar yang tidak sukses dalam industri handphone. Buat kamu sendiri, apa kamu pernah memakai ponsel pintar bikinan sejumlah perusahaan tehnologi besar di atas?

Post a Comment for "Gagal di Pasar Smartphone, ini Dia Nasib 7 Perusahaan Besar Sekarang"