Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Siaran TV Analog Akan Pemerintah Non Aktifkan

Siaran TV analog dikabarkan akan segera di non aktifkan oleh pemerintah. Rencana tersebut menurut informasi terbaru akan segera di lakukan pada Agustus tahun 2022, sebelumnya rencana ini sebenarnya akan dilakukan pada tahun ini, akan tetapi tertunda beberapa kendala.

Kabar mengenai rencana untuk menonaktifkan siaran tersebut secara tidak langsung memang menjadi salah satu hal yang cukup mengagetkan pada beberapa orang, khususnya pemilik TV tipe analog. 

Sebab akses mereka untuk mendapatkan siaran akan segera di tutup. Menurut beberapa penelitian dan data terbaru, Indonesia sebenarnya merupakan negara yang cukup lambat dalam urusan evolusi TV tersebut. 

Beberapa negara telah cukup lama meninggalkan penggunaan TV secara analog serta telah beralih pada TV dengan tipe digital. Ada beberapa kelebihan yang tentunya harus Anda ketahui mengenai kelebihan TV digital dibandingkan dengan siaran TV analog. 

Kelebihan pertama tentunya kualitas gambar yang jauh lebih jernih dan tajam, sehingga kualitas tayangan akan lebih berkualitas. Terlebih lagi keberadaan TV jenis digital ini akan lebih stabil dalam menangkap sinyal. 

Berbeda dengan TV analog yang cenderung akan terganggu tayangannya jika tengah mengalami gangguan sinyal, mulai dari hujan, angin, hingga badai. Pertimbangan untuk menggunakan TV jenis digital ini secara tidak langsung juga lebih lengkap dari aspek tayangan. 

Inilah yang juga menjadi alasan mengapa banyak orang yang mulai beralih menggunakan TV jenis tersebut. Terkait adanya rencana untuk menon aktifkan TV tersebut, berikut ini adalah beberapa alasan lain yang perlu Anda pahami.

Siaran TV Analog Cenderung Mempunyai Spektrum Boros

Menurut Kominfo alasan yang utama mengapa siaran dari TV jenis Analog ini akan di non aktifkan adalah kecenderungan mengambil spectrum sinyal yang cukup boros. Sehingga hal ini akan berdampak pada lancarnya jalur frekuensi baru yang hendak akan masuk.

Pertimbangan ini setidaknya cukup penting untuk diketahui, sebab untuk satu channel saja dalam TV analog membutuhkan 8 MHZ. Jika di akumulasikan dengan beberapa channel lain maka tentu ada banyak sekali kebutuhan frekuensi yang dibutuhkan oleh siaran TV tersebut.

Berbeda dengan TV digital yang cukup hemat dalam menggunakan spectrum frekuensi. Bahkan untuk 12 channel yang dijalankan secara bersamaan, siaran TV menggunakan media digital hanya membutuhkan 8 MHZ saja.

Dengan adanya beberapa fakta terkait borosnya pemakaian spectrum sinyal tersebut secara tidak langsung akan menghambat beberapa jalur teknologi baru yang hendak masuk ke Indonesia. Khususnya beberapa teknologi yang membutuhkan sinyal serta spectrum.

Contoh teknologi yang masih terhalang untuk masuk ke Indonesia adalah sinyal 5G. maju mundur kemunculan sinyal ini tentunya dipengaruhi oleh kapasitas padatnya spectrum sinyal yang dipengaruhi oleh banyaknya spectrum yang digunakan oleh TV jenis analog.

Memberikan Siaran TV yang Lebih Berkualitas Pada Masyarakat

Pertimbangan selanjutnya mengapa siaran TV untuk jenis analog akan di non aktifkan ialah agar masyarakat bisa menikmati siaran dengan kualitas lebih bagus. Hal ini tentunya menjadi point penting pada kemajuan siaran di Indonesia.

Bagi Anda yang masih belum bisa beralih dan berganti ke TV digital maka ada solusi yang diberikan langsung oleh pihak pemerintah. Menurut rencana terbaru pemerintah akan menyediakan setup box sebanyak 7 juta unit kepada keluarga yang masih belum mampu.

Setup box ini merupakan tuner tambahan yang jika dipasangkan ke TV analog, maka akan mampu untuk menjangkau sinyal dari TV digital, sehingga siaran TV analog yang Anda gunakan akan secara otomatis beralih pada siaran digital.

Post a Comment for "Alasan Siaran TV Analog Akan Pemerintah Non Aktifkan"